Bergabung dengan Pesantren Mahasiswa Raudhatl Huffadz: Wujudkan Masyarakat Islami yang Berkemajuan, Beradab, dan Berilmu. Daftar Sekarang!.

Pengemban Al-Qur’an Adalah Manusia Pilihan

 

Pengemban Al-Qur’an Adalah Manusia Pilihan

Yogyakarta — Penghafal dan pengemban Al-Qur’an memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Namun kemuliaan tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya hafalan yang dimiliki, melainkan juga dari sejauh mana Al-Qur’an dipahami, diamalkan, dan tercermin dalam akhlak sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan oleh Ust. Feri Septianto, Lc., M.H. dalam Kajian ManTaB (Malam Sabtu Ngaji Kitab Adab) yang diselenggarakan oleh Pesantren Mahasiswa Raudhatul Huffadz pada pertemuan ke-128. Kajian kali ini membahas kitab Mukhtashar Akhlaq Hamalatil Qur'an karya Imam Al-Ajurri, khususnya pada bab Fadhlu Hamalatil Qur'an (Keutamaan Para Pengemban Al-Qur’an).

Dalam pemaparannya, Ust. Feri menjelaskan bahwa para pengemban Al-Qur’an termasuk golongan yang mendapatkan keutamaan khusus. Mereka disebut sebagai ahlullah wa khashshatuh, yakni hamba-hamba yang memperoleh kedudukan mulia karena kedekatan mereka dengan Kalamullah.

Menurut beliau, kemuliaan tersebut diberikan kepada orang-orang yang tidak hanya membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjaga, memahami, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT mengangkat derajat mereka baik di dunia maupun di akhirat sesuai kadar interaksi dan kedekatan mereka dengan Al-Qur’an.



“Keutamaan pengemban Al-Qur’an bukan semata-mata karena hafalannya, tetapi karena Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidupnya,” terang beliau dalam kajian tersebut.

Selain memperoleh kemuliaan di tengah manusia, para pengemban Al-Qur’an juga dijanjikan berbagai keutamaan di akhirat, di antaranya syafaat serta kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. Namun, keistimewaan itu membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang besar.

Karena itu, seorang penghafal Al-Qur’an dituntut untuk menjaga keikhlasan, menjauhi sikap riya’, serta menampilkan akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Kemuliaan yang diberikan Allah harus tercermin dalam perilaku, tutur kata, dan interaksi sosialnya.



Kajian ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang muslim dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada hafalan. Istiqamah dalam mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup merupakan tujuan utama yang harus terus diperjuangkan.

Melalui kajian rutin ManTaB, Pesantren Mahasiswa Raudhatul Huffadz berharap para santri dan jamaah semakin memahami adab-adab terhadap Al-Qur’an serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lahir generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.


Posting Komentar

PesMa RH Selamat Datang di Chat Whatsapp
Assalamu'alaikum izin bertanya-tanya boleh?
Ketik Disini...